CERVARIX
CERVARIX
PENDAHULUAN
Cervarix adalah vaksin HPV bivalen untuk pria dan wanita berusia 9 tahun ke atas yang melindungi terhadap infeksi dan lesi prakanker yang disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18, yang bertanggung jawab atas sebagian besar kanker serviks.
Produsen vaksin Cervarix adalah GlaxoSmithKline (GSK).
Kekebalan terhadap HPV bersifat spesifik terhadap setiap jenisnya, sehingga serangkaian suntikan Cervarix yang berhasil tidak akan menghalangi infeksi dari jenis HPV penyebab kanker serviks selain HPV tipe 16 dan 18 dan beberapa jenis terkait, sehingga para ahli tetap merekomendasikan pemeriksaan Pap smear serviks secara rutin bahkan bagi wanita yang telah divaksinasi.
Perlu diingat bahwa vaksinasi HPV mencegah infeksi HPV baru tetapi tidak mengobati infeksi atau penyakit HPV yang ada.
Agar vaksin HPV paling efektif, rangkaian vaksinasi harus dimulai sebelum terpapar HPV.
CERVICAL CANCER PROTECTION RATE
Gardasil memberikan Perlindungan terhadap kanker leher rahim : 70 %
DOSIS
Cervarix dosis : 0,5 mL/dosis , Intra Muskular di deltoid muscle
INDIKASI
Cervarix diberikan kepada wanita muda berusia antara 10-25 tahun dalam jadwal tiga dosis yang harus diselesaikan dalam waktu enam bulan sejak dosis awal.
EFEK SAMPING
Tidak ada efek samping serius yang terkait dengan vaksin HPV.
Pemantauan berkelanjutan dilakukan oleh CDC dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Sinkop (pingsan) dapat terjadi setelah prosedur medis apa pun, termasuk vaksinasi.
Remaja sebaiknya duduk atau berbaring selama vaksinasi dan tetap dalam posisi tersebut selama 15 menit setelah vaksinasi.
Hal ini untuk mencegah cedera akibat jatuh saat terjadi sinkop.
Efek samping yang paling umum biasanya ringan, seperti lengan yang sakit akibat suntikan.
- Nyeri, kemerahan, atau bengkak di lengan tempat suntikan.
- Demam.
- Sakit kepala atau merasa lelah.
- Mual.
- Nyeri otot atau sendi.
Kapan harus menghubungi 911
Reaksi alergi parah setelah vaksinasi jarang terjadi, tetapi dapat mengancam jiwa. Jika seseorang mengalami gejala reaksi alergi parah, yang dapat meliputi gatal-gatal, pembengkakan wajah dan tenggorokan, kesulitan bernapas, detak jantung cepat, pusing, dan lemas, segera hubungi 911.
WANITA HAMIL
Vaksin HPV tidak disetujui atau direkomendasikan untuk wanita hamil.
Namun, tes kehamilan sebelum vaksinasi tidak diperlukan.
KONTRA INDIKASI
Reaksi alergi berat (misalnya, anafilaksis) terhadap komponen vaksin atau setelah dosis vaksin HPV sebelumnya merupakan kontraindikasi untuk menerima vaksin HPV.
Vaksin diproduksi dalam Saccharomyces cerevisiae (ragi roti) dan dikontraindikasikan untuk orang dengan riwayat hipersensitivitas langsung terhadap ragi.
Penyakit akut sedang atau berat merupakan peringatan untuk vaksinasi, dan vaksinasi harus ditunda sampai gejala penyakit akut membaik.
Penyakit akut ringan (misalnya, diare atau infeksi saluran pernapasan atas ringan, dengan atau tanpa demam) bukan alasan untuk menunda vaksinasi.
Komentar
Posting Komentar
"Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog ini!"